Monday, 27 June 2016

Obat Herbal Solusi Kesehatan Keluarga?

Jenis obat-obatan modern mengalami perkembangan seiring pesatnya teknologi medical, rumah sakit dan klinik pengobatan. Tidak hanya obat-obatan modern (obat berbahan kimia) saja yang pertumbuhannya sangat pesat, melainkan juga obat-obatan tradisionil (obat berbahan alam) yang dikelolah dengan menggunakan sentuhan di dalam balutan teknologi canggih juga mengalami hal yang sama.

Advokat dan Pengacara Top Indonesia Spesialis Kesehatan dan Obat-Obatan Rumah Sakit dan Klinik

Salah satu obat-obatan berbahan alam yang kami maksud adalah “obat herbal” yang mana merupakan salah satu media alternatif yang telah dimanfaatkan atau digunakan untuk solusi mengobati berbagai jenis penyakit, baik stadium rendah maupun yang berstadium tinggi (kronis). Karena keampuhan dari obat-obat jenis herbal dalam menyembuhkan penyakit tersebutlah yang menjadikan obat herbal menjadi salah satu obat top dan favorit yang paling dipilih dan digemari oleh banyak orang (pasien).

Banyak orang bertanya, apakah penggunaan obat herbal itu aman bagi tubuh dan untuk solusi kesehatan menghadapi penyakit? Berdasarkan penelitian para ahli dan pakar spesialis kesehatan, penggunaan obat-obatan herbal sangat aman bila dibandingkan dengan penggunaan obat-obatan kimia. Lihat saja, negara Cina yang merupakan motor dan pioner penggunaan obat herbal telah membuktikan bahwasanya menggunakan obat-obatan berbahan alamiah sangat efektif untuk mengatasi berbagai jenis penyakit dan bahkan untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Tidak hanya itu saja, para penelitian obat herbal juga telah gencar melakukan kampanye melalui media website/situs, jejaring media social (seperti facebook, twitter, linked in, dsb) dalam rangka mempromosikan khasiat yang terkandung dalam obat-obat herbal yang telah mereka uji coba kegunaannya bagi tubuh maupun kesehatan via penelitian laboratorium.

Memang obat herbal tidak memiliki klain terapi, namun karena fakta telah membuktikan dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, maka obat herbal masih menjadi pilihan utama yang dipilih pasien sebagai obat yang paling aman dan efektif untuk digunakan. Namun, jangan lupa agar selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengambil atau menggunakan salah satu produk obat herbal yang diperdagangkan dipasaran obat atau apotik, serta klinik kesehatan dan pengobatan herbal.

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang obat herbal, alangkah baiknya kami menjelaskan terlebih dahulu apa itu obat herbal, agar kita lebih memahaminya.

Pengertian Obat Herbal
Obat herbal adalah => “obat yang berbahan dan bersifat organik atau alami”. Bahan obat herbal murni diambil dari saripati tumbuhan dan atau hewan yang mempunyai manfaat untuk pengobatan suatu penyakit, tanpa ada unsur campuran bahan kimia buatan (sintetis). Gimana, para rekan pemerhati hukum dan sahabat setia “Pengacara N. Hasudungan Silaen, SH” dan juga web atau "blog online Advokat Silaen & Associates”, sudah tahukan apa yang dimaksud dengan obat herbal itu.

Setelah mengetahui apa itu obat herbal, selanjutnya kita akan membahas tentang jenis-jenis obat herbal berikut dengan khasiat yang terkandung dalam penggunaannya.

Jenis obat-obatan herbal dan khasiatnya
1. Temulawak
Temulawak yang dimaksudkan disinilah bukanlah temu para pelawak yang sangat lucu dengan tawa dan maaf canda. Temulawak (Curcuma Xanthorhiza Roxb) yang termasuk dalam keluarga/ordo jahe (Zingiberaceae). Temulawak adalah merupakan jenis tanaman obat asli yang banyak tumbuh di Indonesia. Namun penyebaran pertumbuhan tanaman temulawak banyak di pulau Jawa, Maluku dan Kalimantan.

Tanaman temulawak tumbuh subur didataran rendah dengan ketinggian 750 m diatas permukaan laut. Temulawak sudah bisa dipanen setelah berumur 8 s/d 12 bulan dengan ciri-ciri daun telah berwarna kuning.

Karateristik tanaman temulawak, dimana umbinya tumbuh mulai dari pangkal sampai batang berwarna kuning gelap atau coklat muda, diameter panjang bisa mencai 6 cm sampai dengan 15 cm, baunya harum dan rasanya sedikit pahit dan agak pedas.

Temulawak sudah lama dijadikan sebagai bahan dasar untuk obat-obatan tradisional yang digunakan secara turun temurun oleh leluhur (nenek moyang) kita, dan sekarangpun masih digunakan oleh banyak orang.

Fungsi tanaman temulawak ini adalah:
  • untuk mengobati sakit kuning;
  • untuk mengobati diare;
  • untuk mengobati maag;
  • untuk mengobatiperut kembung;
  • untuk mengobatipegal linu;
  • untuk menurunkan lemak darah;
  • untuk mencegah penggumpalan darah, karena didalam temulawak terdapat antioksi;
  • dan meningkatkan daya kekebalan tubuh;
2. Kunyit
Kunyit adalah merupakan tanaman obat yang mirip seperti semak belukar dan bersifat tahunan (perenial). Kunyit tumbuh dan berkembang subur dan liar disekitar hutan ataupun kebun pada seluruh daerah beriklim tropis.

Asal tanaman kunyit diperkirakan berasal dari daerah Binar pada ketinggian 1300 s/d 1600 m dpl. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa tanaman kunyit berasal dari negara India. Di daerah Jawa, kunyit banyak digunakan untuk ramuan jamu, karena kunyit sangat berkhasiat untuk:
  • menyejukkan;
  • membersihkan;
  • mengeringkan;
  • menghilangkan gatal;
  • menyembuhkan kesemutan;
Sementara manfaat utama dari tanaman kunyit adalah:
  • sebagai bahan obat-obatan tradisional;
  • sebagai bahan baku industri jamu;
  • sebagai bahan baku untuk industri kosmetik;
  • sebagai bahan bumbu masak;
  • sebagai bahan bumbu penyedap makanan;
  • sebagai anti inflamasi;
  • sebagai anti oksidan;
  • sebagai anti mikroba;
  • sebagai bahan pencegah kanker;
  • sebagai bahan anti tumor;
  • dapat dipergunakan untuk menurunkan kadar lemak darah;
  • dapat dipergunakan untuk menurunkan kolesterol;
  • dapat dipergunakan sebagai pembersih darah;
3. Keji Beling
Orang Suku Jawa menyebut keji beling ini dengan nama sambang geteh, sementara di daerah Jawa Barat (tanah Pasundan) dikenal dengan sebutan remek daging, reundeu beureum, sedangkan orang Ternate menyebutnya dengan nama lire.

Ciri khas dari tumbuhan keji beling ini banyak memiliki dan mengandung zat mineral seperti zat kalium, zat kalsium, zat natrium, dan unsur mineral lainnya. Disamping itu, keji beling juga mengandung asam silikat, tannin, dan glikosida.

Keji beling digunakan untuk:
  • sebagai obat untuk penyakit disentri;
  • sebagai obat untuk penyakit diare (mencret);
  • sebagai obat untuk mengatasi penyakit batu ginjal;
  • sebagai obat untuk sebagai penurun kolesterol;
Cara meramu tanaman keji beling adalah dengan daun tanaman keji beling bisa direbus, dimana arinya dan diminum. Disamping itu tanaman keji beling ini juga dapat dimakan sebagai lalapan setiap hari dan harus dilakukan secara teratur.

Disamping kegunaan daun keji beling sebagaimana telah kami jelaskan diatas, daun keji beling juga sering digunakan untuk mengatasi tubuh yang mengalami gatal-gatal karena kena ulat atau semut hitam, caranya dengan mengoleskan langsung daun keji beling pada bagian yang gatal tersebut. Sedangkan untuk mengatasi diare (mencret), disentri, seluruh bagian dari tanaman ini direbus, selama lebih kurang ½ (setengah) jam, kumudian airnya diminum. Sama juga prosesnya untuk mengobati batu ginjal, daun keji beling berkhasiat juga untuk mengatasi kencing manis dengan cara dimakan sebagai lalapan secara teratur setiap hari. Demikian pula untuk mengobai penyakit lever (sakit kuning), ambien (wasir) dan maag dengan cara dimakan secara teratur.

4. Sambiloto
Sambiloto (Andrographis Paniculata) merupakan sejenis golongan tanaman herba dari famili Acanthaceae. Tanaman sambiloto berasal dari Negara India dan Negara Sri Lanka. Kemudian, tanaman sambiloto tumbuh dan dapat dijumpai di daerah lainnya, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, serta beberapa tempat di benua Amerika.

Genus Andrographis memiliki 28 jenis spesies herba, namun hanya sedikit yang berkhasiat medis, salah satunya adalah andrographis paniculata (sambiloto) ini. Daun sambiloto banyak mengandung senyawa Andrographolide, yang merupakan senyawa lakton diterpenoid bisiklik.

Senyawa kimia yang terkandung dalam tanaman sambiloto dan rasanya pahit ini pertama kali diisolasi oleh Gorter pada tahun 1911, andrographolide memiliki sifat melindungi hati (hepatoprotektif), dan terbukti mampu melindungi hati dari efek negatif galaktosamin dan parasetamol. Khasiat ini berkaitan erat dengan aktifitas enzim-enzim metabolik tertentu, sambiloto telah lama dikenal memiliki khasiat medis.

Salah satu metode pengobatan yang mempergunakan sambiloto sebagai herba medis ini adalah pengobatan dengan cara Ayurveda yang berasal dari India kuno. Di India sambiloto disebut dengan nama Kalmegh pada Ayurveda. Selain berkhasiat melindungi hati, sambiloto juga dapat menekan pertumbuhan sel kanker. Hal ini disebabkan karena senyawa aktifnya, yakni Andrographolide dapat menurunkan ekspresi enzim CDK4 (cyclin dependent kinase 4).

5. Tempuyung
Tanaman tempuyung (Sonchus arvensis L) adalah termasuk tanaman menahun yang biasanya tumbuh di tempat-tempat yang ternaungi, daunnya hijau licin dengan sedikit ungu, tepinya berombak, dan bergigi tidak beraturan. Di dekat pangkal batang, daun bergigi itu terpusar membentuk roset dan yang terletak di sebelah atas memeluk batang berselang seling.

Daun tempuyung berombak memeluk batang inilah yang digunakan dan berkhasiat untuk menghancurkan batu ginjal, di dalam daun tersebut terkandung kalium berkadar cukup tinggi. Kehadiran kalium dari daun tempuyung inilah yang membuat batu ginjal berupa kalsium karbonat tercerai berai, karena kalium akan menyingkirkan kalsium untuk bergabung dengan senyawa karbonat, oksalat, atau urat yang merupakan pembentuk batu ginjal.

Endapan batu ginjal itu akhirnya larut dan hanyut keluar bersama urine, untuk cara menggunakannya sebagai obat diperlukan 5 (lima) lembar daun tempuyung segar. Setelah dicuci bersih, daun diasapkan sebentar. Daun tersebut dimakan sekali habis sebagai lalap bersama nasi, dalam sehari kita bisa memakan lalap itu sebanyak tiga kali.

6. Beluntas
Beluntas merupakan tanaman perdu tegak, berkayu, bercabang banyak, dengan tinggi bisa mencapai 2 (dua) meter. Beluntas memilki daun tunggal, bulat bentuk telur, ujung runcing, berbulu halus, daun muda berwarna hijau kekuningan dan setelah tua berwarna hijau pucat serta panjang daun 3,8 s/d 6,4 cm. Beluntas tumbuh liar di tanah dengan suhu kelembaban tinggi, yang tumbuh dengan baik dan subur di beberapa tempat di wilayah Jawa Barat. Di daerah Provinsi Jawa Barat tanaman ini juga digunakan sebagai tanaman pagar dan pembatas di daerah perkebunan. Di beberapa daerah di Indonesia, ada yang menyebut nama beluntas ini dengan nama yang berbeda seperti baluntas (di Madura), Luntas (di Jawa Tengah), dan Lamutasa (di Makasar).

Secara tradisional daun beluntas digunakan sebagai obat yang dapat berkhasiat untuk menghilangkan:
  • sebagai obat untuk bau badan;
  • sebagai obat penurun panas;
  • sebagai obat batuk;
  • sebagai obat untuk diare;
Cara pengolahan daun beluntas adalah dengan direbus sangat baik untuk mengobati sakit kulit, disamping itu daun beluntas juga sering dikonsumsi oleh masyarakat sebagai lalapan. Adanya informasi secara tradisional dari masyarakat yang telah lama memanfaatkan daun beluntas sebagai salah satu tanaman obat, telah mendorong para peneliti untuk mengadakan berbagai penelitian lanjutan guna membuktikan khasiat atau keampuhannya secara ilmiah bagi kesehatan.

Semoga bermanfaat ulasan tentang obat herbal ini, sekian dan terima kasih. Salam “advokat” Indonesia.

No comments:

Post a Comment