Tuesday, 18 October 2016

Diabetes Melitus Sebuah Pola Perencanaan Makan

Para komunitas dunia blogger tentu sudah sering mendengar diates melitus (DM) atau yang umum dikenal masyarakat sebagai “penderita penyakit gula”. Di Indonesia, jumlah para penderita penyakit diabetes melitus (DM) kian tahun terus meningkat bahkan saat ini telah mulai banyak menyerang usia kaum muda.


Cara dan Strategi Pola Perencanaan Makan Pada Pengidap Diabetes Melitus Untuk Mencegah Komplikasi Lanjutan

Penyakit diabetes melitus ini juga merupakan penyakit pembunuh terbesar ke-3 (ketiga) di Indonesia yang jumlah para penderitanya telah melampaui angka 10 (sepuluh) juta penderita. Mirisnya lagi, akibat tingginya jumlah penderita diabetes ini, negara Indonesia masuk peringkat ke-7 (ketujuh) dunia.

Adanya fakta diatas, menunjukkan “prevalensi tinggi” bahwasanya sebahagian besar penduduk Indonesia cenderung menganut pola konsumsi yang tidak tepat, misalnya memakan makanan yang tinggi kadar gula, makanan yang banyak mengandung lemak, dan juga konsumsi jenis makanan yang tinggi kadar karbohidratnya, serta dibarengi dengan gaya hidup sehari-hari yang tidak sehat, tingginya tingkat stres maupun kurang aktivitas berolahraga. Disamping itu, kondisi ini semakin diperparah dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan secara terpadu, sehingga antisipasi keterlambatan menangani diabetes sebelum penderita mengalami komplikasi tidak ditangani secara maksimal.

Nah, sebelum dilanjutkan pembahasan lebih lanjut dalam blog ini, alangkah baiknya kita mengetahui apa arti, definisi dan atau pengertian dari diabetes melitus (DM) tersebut.

Mengenal Apa Sih Diabetes Melitus Itu?
Diabetes Melitus (DM) adalah => suatu penyakit yang ciri-cirinya ditandai oleh meningkatnya kadar gula (glukosa) dalam darah yang berada pada ambang batas normal.

Bila seseorang telah di vonis menderita penyakit diabetes melitus, tentu sangat dibutuhkan pengetahuan untuk mengenal prinsip-prinsip dasar bagaimana cara pengelolaan diabetes melitus agar tidak semakin parah. Adapun prinsip dasar pengelolaannya adalah: 1) melakukan pola perencanaan diet yang tepat dan terukur; 2) melakukan olahraga setiap harinya; 3) konsumsi obat yang benar; 4) rajin mengikuti dan atau mendengarkan penyuluhan kesehatan untuk para penderita diabetes melitus.

Tujuan dilakukannya diet pada diabetes melitus dimaksudkan adalah untuk memberikan makanan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh sehingga membantu:
1) agar menjaga kadar gula darah mendekati kebutuhan nomal tubuh;
2) agar dapat memberi cukuk energi untuk melakukan aktivitas harian;
3) agar mempertahankan atau mencapai berat badan normal;
4) agar menghindari terjadinya komplikasi lebih lanjut;

Nah, untuk melakukan diet ini tentu saja ada perbedaan-perbedaan signifikan, meskipun pada prinsipnya perencanaan makan diabetes melitus sama dengan perencanaan pola makan orang sehat. Tapi, dalam pola perencanaan makan antara orang yang mengidap diabetes dengan orang-orang yang bukan pengidap diabetes tentu harus tetap menjadi pertimbangan utama. Adapun perbedaannya adalah terletak pada perencanaan makan orang pengidap diabetes harus memenuhi prinsip tepat jumlah, tepat jenis dan tepat jadwal (3 J), dimana hal penting yang harus diperhatikan adalah menyangkut kebutuhan energi atau kalori yang ditentukan berdasarkan cakupan umur, jenis kelamin, berat badan (BB), aktivitas fisik, apakah dalam keadaan ibu hamil dan/atau menyusui, dan apakah ada komplikasi-komplikasi si pengidap diabetas. Komposisi energi yang diajurkan adalah 70-70% dari karbohidrat, 10-15% dari protein, dan 20-30% dari lemak.

Pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana cara atau teknik mengatur diet yang sesuai untuk para pengidap diabetes? Cara mengaturnya adalah:
1) makanlah makanan yang sesuai dengan jumlah, jenis dan jadwal yang telah diatur atau direkomendasikan dokter dan/atau ahli gizi anda;
2) makanlah makanan yang memiliki sumber karbohidrat kompleks sesuai dengan anjuran, seperti: nasi, roti, singkong, mie, kentang dan/atau umbi-umbian lainnya;
3) makanan yang mengandung sumber karbohidrat yang harus dihindari atau dibatasi adalah gula pasir, sirup, gula jawa, susu kental manis, madu, dodol, cake, kecap manis, kue-kue yang manis, dendeng manis, abon manis, es krim, dan coklat;
4) kadar sedikit gula untuk bumbu masih diperbolehkan, namun anjuran konsumsi gula tidak boleh lebih dari 3-4 sendek makan seharinya;
5) agar senantiasa menggunakan gula alternative atau pemanis buatan dapat dikonsumsi seperlunya;
6) agar banyak konsumsi makanan yang berkategori tinggi serat, misalnya buah-buahan, sayuran, dan produk cereal;
7) makanlah makanan yang sumber protein rendah lemak, seperti ikan, susu krim, daging ayam tanpa kulit, tempe, tahu, dan juga yogurt;
8) agar konsumsi lemak dan minyak tidak secara berlebihan, misalnya dengan mengurangi makanan yang digoreng dan lebih mengutamakan memakan masakan yang dimasak dengan cara direbut, dikukus dan dipanggang, kemudian agar dihindari makanan tinggi kolestrol yang terdapat pada makanan jenis otak, jerohan, kuning telur, keju, kerang dan lemak-lemak dari hewan lainnya;
9) agar membatasi konsumsi natrium atau garam, dimana sangat dianjurkan agar tidak melebihi dari 6-7 gram per-hari (sekitar 1 sendok teh), membatasi penggunaan vetsin, ikan asin, telur asin, dan juga makanan-makanan kaleng yang diproses dengan menggunakan garam tinggi maupun dengan memakai kadar gula tinggi;

Berikut akan kami buat contoh menu sehari-hari yang sangat cocok untuk para pengidap diabetes melitus, dimana contoh menu yang kami buat ini mengandung 1500 kkal. Adapun contoh menu tersebut adalah sebagai berikut:
1) Waktu pagi hari bisa dimulai dengan meminum susu rendah kalori dan rendah gula sebanyak 60 gr yang mana energi yang akan dihasilkannya adalah sebesar 260 kkal. Ditambah dengan konsumsi buah apel seberat 125 gr yang mana kalori yang dihasilkannya 85 kkal. Sebagai selingan bisa mengkonsumsi jus jeruk ataupun jus mangga seberat 100 gr yang mana kalori yang dihasilkannya sebesar 54 kkal.

2) Waktu pada siang hari, bisa mengkonsumsi nasi seberat 100 gr = 130 kkal ditambah dengan tahu/cah tahu toge seberat 60 gr = 95 kkal, ditambah dengan kangkung/oseng-oseng kangkung seberat 100 gr = 40 kkal dan daging sapi/daging pindang seberat 50 gr = 150 kkal. Sebagai selingan bisa mengkonsumsi puding buah seberat 50 gr yang mana kalori yang dihasilkannya sebesar 35 kkal.

3) Waktu malam hari, bisa mengkonsumsi nasi seberat 100 gr = 130 kkal ditambah dengan daging ayam/sate ayam bumbu kecap seberat 50 gr = 128 kkal, ditambah dengan sayuran tumis bumbu bali seberat 60 gr = 144 kkal dan sayuran sayur lodeh seberat 100 gr = 100 kkal. Sebagai selingan bisa mengkonsumsi minuman susu rendah kalori dan rendah gula sebanyak 60 gr yang mana energi yang akan dihasilkannya adalah sebesar 260 kkal.

Demikian tulisan/artikel kami yang berjudul “diabetes melitus sebuah pola perencanaan makan”, semoga bisa bermanfaat bagi anda rekan-rekan pengacara dan/atau sahabat para advokat yang membutuhkan informasi dan atau pemberitaan tentang diabetes melitus, sehingga bisa menghindari komplikasi lebih lanjut bagi para penderita diabetes. Atas perhatian dan kunjungannya ke situs web ini dihaturkan terima kasih. (Sudung Silaen, SH)

No comments:

Post a Comment