Tuesday, 19 July 2016

Mengenal Lebih Dekat Kukang (Nycticebus Coucang)

Setiap tahunnya perdagangan binatang Kukang (Nycticebus Coucang) ke penjuru dunia telah menimbulkan keprihatinan, dimana kukang tersebut ditangkap dari hutan-hutan tropis yang ada di Indonesia. Padahal, salah satu jenis hewan yang dilindungi karena masuk dalam kategori rentan adalah Kukang (Nycticebus Coucang).

Mengenal dan Melestarikan Kukang Binatang Yang Hampir Punah Di Hutan Tropis Indonesia

Kukang itu sendiri terdiri dari 8 (delapan) marga dan terbagi lagi menjadi 14 (empat belas) jenis yang tersebar mulai Benua Afrika hingga negara-negara di Benua Asia (khususnya di negara-negara yang berada kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara). Di hutan-hukum tropis Indonesia, hanya ada 1 (satu) marga kukang yaitu jenis => “Nycticebus”.

Mengenal Lebih Dekat Kukang
Kukang adalah => sejenis hewan primata yang hidup di atas pohon. Dimana, keberadaan Kukang (Nycticebus Coucang) semakin terancam karena banyak dijualbelikan di pasar gelap secara melawan hukum (ilegal), untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan ataupun dikonsumsi dagingnya untuk obat.

Ada beberapa hal yang menarik dari kukang yang wajib diketahui agar kita bisa mengenalnya lebih dekat, sehingga memiliki kesadaran untuk menjaga dan melestarikan kelangsungan hidup hewan di hutan-hutan Indonesia yang jumlahnya tinggal sedikit ini.

Kukang
Binatang kukang ini sebenarnya memiliki gigitan yang beracun. Sebagai hewan yang tidak terlalu kuat dalam bertarung melawan pemangsa atau predatornya, kukang memiliki mekanisme pertahanan diri, yaitu berupa gigitan beracun.

Racun yang dimiliki kukang ini berasal dari air liur kukang yang akan ikut masuk ke dalam tubuh lawan lewat tancapan giginya. Selain dari pada itu, racun dari air liur kukang juga digunakan untuk melindungi keluarga dan atau anaknya yang masih kecil. Caranya adalah kukang betina akan menjilatkan air liur ke seluruh rambut anak kukang untuk melindunginya.

Kukang terbesar dan terberat di temukan di Negara India dengan berat 1 kilogram sampai dengan 2 kg. Sedangkan kukang terkecil ditemukan di Indonesia, tepatnya di Pulau Kalimantan dengan berat hanya 250 s/d 500 gram.

Kukang Kecil
Sama seperti binatang-binatang lainnya, kukang jantan juga memiliki wilayah teritorial. Kukang jantan akan meninggalkan penanda bau dari tubuhnya untuk memberitahu kukang lain, jika wilayah tersebut adalah miliknya. Jika ada kukang lain yang masuk dan mencari makan di daerahnya, maka akan terjadi pertarungan untuk mempertahankan area kekuasaannya.

Kukang memiliki mata yang sangat besar, dalam rangka untuk membantunya melihat dalam keadaan gelap gulita, karena kukang adalah salah satu jenis hewan nokturnal, sehingga lebih banyak aktif pada waktu malam hari terutama saat mencari makan. Dalam semalaman, kukang dapat berkelana hingga sejauh kurang lebih 8 kilometer. Untuk ukuran hewan yang berkategori kecil dan lambat, tentu saja jarak tersebut boleh dikatakan cukup jauh dan sangat mengangumkan karena kemampuan jelajahnya.

Cara bergerak kukang mirip sekali dengan gerak ular. Hal ini, dikarenakan susunan tulang belakang kukang jauh lebih banyak dari pada jenis hewan bertulang belakang lain seperti kera atau harimau. Jari kedua dari kukang lebih kecil dari yang lain. Hal ini berguna saat kukang menggenggam dahan pohon agar lebih kuat. Sementara, area yang dianggap rumah oleh seekor kukang bisa selebar 6,4 km2 dan kukang bisa tidur di 60 tempat yang berbeda sesuai dengan apa yang dia inginkan.

Kukang Makan
Mata dari kukang memiliki selaput yang dapat memantulkan cahaya yang disebut tapetum lucidum. Mekanisme pemantulan cahaya ini mirip sekali dengan yang dimiliki oleh kucing.

Kukang dapat hidup hingga berumur 25 tahun. Kukang betina mengalami kehamilan hingga 6 bulan. Bayi dari kukang memiliki berat kurang dari 50 gram.

Kematangan organ reproduksi dari kukang adalah 10 bulan untuk kukang betina dan satu tahun untuk kuskus jantan. Biasanya, kukang bisa kawin hingga dua kali dalam setahun. Seekor kukang hanya memiliki 1 bayi setiap melahirkan.

Kukang adalah jenis hewan omnivora. Hewan ini memakan macam-macam serangga, cacing, mamalia kecil, buah, daun, dan berbagai jenis telor.

Semoga dengan adanya tulisan ini dapat berguna bagi anda untuk mengenal secara dekat hewan Kukang (Nycticebus Coucang). Semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

No comments:

Post a Comment

No Link Aktif, Harap Maklum BOSS.....