Tuesday, 2 May 2017

Personal Branding Cabup dan Cawabup Taput di Pilkada 2018

Tapanuli Utara saat ini bersiap-siap akan menggelar pilkada pada tanggal 27 Juni 2018 dalam pesta demokrasi serentak gelombang ke-3 (ketiga). Tentu saja para putra putri terbaik yang memiliki minat untuk menjadi pasangan cabup dan caw abup, juga saat ini mulai disibukkan dengan melakukan “road show” menggaet simpati masyarakat Taput melalui agenda yang diberi nama “personal branding” agar nantinya bila akan maju, maka telah lebih lebih dikenal dan dapat memenangkan pilkada taput 2018.

Personal Branding Calon Bupati Taput - Brand Cawabup Tapanuli Utara di Pilkada 2018

Lalu, bagaimana sebenarnya strategi personal branding ini akan memberikan keuntungan bagi pasangan cabup dan cawabup untuk memenangi event pilkada? Secara umum, istilah personal branding digunakan untuk menggambarkan usaha membranding nama seseorang, sehingga lebih dikenal lagi oleh masyarakat, khususnya pemilik suara. Nah, biasanya strategi dapat berupa upaya dengan menjadi tokoh sentral dalam sebuah komunitas atau target audience yang disasarnya, dalam hal ini memperoleh dukungan suara pendukung atau sang pemilih.

Menurut pendapat pakar personal branding, Peter Montoya (dalam bukunya The Brand Called You) yang mengatakan bahwasanya personal branding akan membuat Anda mengatur persepsi terhadap diri Anda. Misalnya Anda dapat menceritakan pada siapa saja tentang diri Anda secara organik maupun secara kebetulan, sehingga mereka pikir bahwa adanya persepsi itu adalah dibangun oleh mereka sendiri.

Sementara itu, bagi kandidat yang nantinya telah ditetapkan secara resmi oleh KPU Taput sebagai cabup dan cawabup dalam prosesnya, menurut kami sedikit banyaknya akan melibatkan 5 (lima) tahap, yakni:

1) Tahap brand awareness, yang mana pada tahap ini para kandidat harus memperkenalkan diri kepada pemilih;

2) Tahap brand knowledge, pada tahap ini sang kandidat harus dapat memastikan bahwa masyarakat di Kabupaten Tapanuli Utara sebagai calon pemilih telah secara komprehensif mempunyai pemahaman utuh dan positif terhadap siapa sebenarnya sosok cabup dan cawabup Taput;

3) Tahap brand preference, dalam tahapan yang ketiga ini calon pemilih sudah mulai melakukan kegiatan membanding-bandingkan antara pasangan kandidat yang satu dengan pasangan kandidat lainnya;

4) Tahap brand liking, nah pada tahapan ini sang calon pemilih sudah mulai memiliki rasa suka terhadap sang kandidat. Dimana bentuk dari perasaan suka tidak dapat diukur secara kuantitatif, namun setidak-tidanya si calon pemilih telah meletakkan sendi-sendi rasa kesukaannya atau keberpihakannya kepada calon yang dianggap mampu menyahuti persepsi dan memenuhi keinginan pemilih terkait figur Bupati dan Wakil Bupati yang baru di Kab Taput;

5) Tahap brand loyality, pada tahapan ini hanya tinggal mengindikasikan adanya strategi untuk menjaga kesetiaan calon pemilih kepada sang kandidat yang akan dipilihnya kelak. Tapi, perihal menjaga loyalitas pemilih yang dilakukan pada tahap ini merupakan tahapan yang sangat berat dan paling krusial.

Perspektif Personal Branding di Pilkada Taput
Bicara tentang apa yang mau diangkat menjadi salah satu jargon untuk proses personal branding calon bupati maupun calon wakil bupati Taput adalah mengenai karakteristik sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh Tapanuli Utara.

Kabupaten Tapanuli Utara memiliki wilayah yang cukup luas, dimana terdiri dari 15 Kecamatan, 241 Desa dan 11 Kelurahan. Dari seluruh total luas wilayah Tapanuli Utara, masih terdapat sekitar 44.000 hektar lahan tidur yang subur dan sangat menantikan sentuhan-sentuhan tangan terampil untuk menjadikannya sebagai lahan yang produktif. Nah, berangkat dari potensi yang dimiliki oleh Kab Taput yang ada diatas, dapat dijadikan sebagai salah satu dasar dan fondasi untuk menetapkan visi dan misi pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2018 – 2023. Dimana akan kami uraikan seperti dibawah ini.

Membahas adanya potensi kekayaan sumber daya yang dimiliki oleh Taput tentu harus dipandang sebagai salah satu faktor yang harus dibahas secara detail dalam visi dan misi cabup dan cawabup agar nantinya terlihat sangat efektif dalam langkah memutuskan kebijakan yang akan diambil untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan setiap jengkal sumber daya alam yang dimiliki oleh Taput.

Khusus dalam perspektif mengelola lahan tidur menjadi lahan produktif yang menjadi bahan untuk personal branding cabup dan cawabup Taput, ya tentu saja harus juga diuraikan bagaimana cara untuk mengelola dan alat-alat produksi apa saja yang dibutuhkan kedepannya. Misalnya membutuhkan alat berat traktor kecil dan besar, membangun kemitraan dengan masyarakat untuk mengelola secara sewa gratis, memberikan bantuan bibit unggul kepada masyarakat (seperti bibit padi, kopi, cabai, bawang, jagung, kakao, karet, kemenyan, alpukat, dan hal yang terkait dengan sarana dan prasaran pendistribusiannya, dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu saja, dalam proses personal branding yang dilakukan terkait dengan potensi kewilayaan Kab Tapanuli Utara, juga haruslah jelas dan terukur serta diikuti dengan dari mana didapatkan sumber pembiayaannya.

Hal lain yang bisa dijadikan tema untuk moment personal branding cabup dan cawabup Taput 2018 adalah mengenai pembukaan jalan usaha tani, misalnya dengan melakukan pembukaan jalan interkoneksi antar desa, antar dusun, dan antar kecamatan se Kab Taput. Disamping itu bisa personal branding yang bersangkutan dikolaborasikan dengan program di bidang kesehatan, seperti adanya visi dan misi jelas tentang peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui program kepesertaan kesehatan yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Taput yang ditentukan besarannya per-jiwa penduduk Taput. Kemudian memaksimalkan peran dari tenaga medis untuk secara total memberikan pelayanan yang prima agar seluruh masyarakat segala lapisan memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dan hak untuk hidup sehat, serta memperbanyak unit-unit pelayanan kesehatan (seperti puskesmas dan rumah sakit yang memiliki standar mutu nasional).

Nah, perspektif lain yang dapat diangkat sebagai bahan untuk personal branding menurut kami adalah sektor pendidikan. Dimana haruslah dituangkan pemikiran yang jelas dalam hal memberikan perhatian yang sangat besar agar seluruh lapisan masyarakat mampu mengecap pendidikan tanpa bersusah payah untuk memikirkan biaya yang harus dikeluarkan dalam menempuh pendidikan tersebut.

Dengan kata lain, jargon pendidikan gratis di Taput apakah mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Tingkat SMA/SMK, merupakan salah satu strategi untuk mendulang simpati khususnya dari kaum muda. Kebijakan adanya sekolah gratis dan atau program sekolah unggulan pada program sistem pendidikan oleh Pemerintah Kabupaten Taput harus juga dikemas tanpa mengesampingkan program mutu anak didik dan juga pendidik.

Bahkan bila masih memungkinkan dapat dicapai selama masa periode kepemimpinannya adalah untuk mengupayakan membangun sekolah tinggi dan atau universitas yang mampu menciptakan para sarjana yang memiliki kompetensi di bidang studi yang mereka ikuti. Adanya program pendidikan dasar, menengah dan tinggi ini harus dikaitkan sebagai salah satu solusi terbaik untuk melakukan percepatan pembangunan di Tapanuli Utara. Karena sejak dari dulu, banyak putra putri Taput yang menimba ilmu dan pendidikan sampai ke luar kota. Nah, sumber daya manusia (SDM) inilah yang harus dimaknai sebagai salah satu sumber kekayaan yang nantinya dapat memberikan hasil bagi masyarakat Tapanuli Utara kedepannya.

Tapi, satu hal yang harus tetap diingat bahwa personal branding yang berkaitan dengan pendidikan ini juga harus ditopang adanya sumber daya manusia unggul sebagai guru/dosen pendidik, baik yang berstatus guru/dosen tetap maupun honorer tanpa mengesampingkan honor yang diberikan juga haruslah memadai. Ya, besaran honor tenaga pendidik yang akan diberikan haruslah realistis, manusiawi dan dapat disesuaikan dengan taraf kehidupan ekonomi di Kab Taput yang bisa ditampung dalam APBD.

Berikutnya tema personal branding yang bisa diangkat untuk mengambil simpati masyarakat Taput adalah penjabaran kepeduliannya tentang kelanjutan pembangunan fisik di Kab Tapanuli Utara yang dipadukan dengan adanya komitmen yang turut melakukan penataan kelembagaan dan birokrasi pemerintahan di daerah, percepatan pelayanan yang diberikan oleh pemda kepada masyarakat (seperti masalah perizinan, penataan keuangan, dlsb).

Itulah sedikit perspektif yang bisa kami uraikan sebagai bahan untuk diangkat menjadi tema personal branding para calon bupati dan juga para calon wakil bupati Taput yang akan ikut dalam pesta demokrasi melalui pilkada Tapun 27 Juni 2018 yang akan datang.

Mengapa Penting Kegiatan Membranding di Pilkada Taput ?
Memang dalam moment pikada, masalah branding telah dimaknai sebagai hal yang penting dilakukan, khususnya dalam hal politik marketing. Secara umum bahwa branding dapat diartikan sebagai “pemberian merk” terhadap suatu produk. Tujuannya utamanya adalah untuk menanamkan kesan yang tidak akan terhapuskan (indelible impression) dari benak masyarakat atau konsumen.

Secara etimologis kata branding berasal dari kata brand yang sering diartikan sebagai sekumpulan pengalaman dan asosiasi, yang berhubungan dengan pelayanan, orang atau entitas lain. Seiring dengan perkembangan zaman, khususnya sosial budaya bahwa brand juga diartikan sebagai aksesoris kultural dan filosofi personal. Jadi saat ini, brand dapat dimaknai merupakan identitas atau kepribadian untuk mengidentifikasi sebuah produk, layanan atau lembaga ke dalam bentuk nama, tanda, simbol, design dan atau kombinasi di antara hal-hal tersebut.

Tidak hanya itu saja, brand juga dapat diterjemahkan sebagai totalitas pengetahuan masyarakat atau konsumen tentang apa yang diketahui, dipikirkan, dirasakan dan diasosiasikan tentang suatu produk dan jasa atau suatu lembaga.

Secara garis besar, brand dapat dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yakni 1) brand experience; dan 2) brand image. Brand experience merupakan pengalaman yang dimiliki pasar atau konsumen atas kontak yang mereka lakukan terhadap merk tertentu. Sedangkan brand image lebih menyangkut pada persoalan psikologis, yakni bangunan simbolik yang tercipta di dalam pikiran pasar / konsumen ataupun masyarakat. Brand juga memuat semua  informasi dan harapan yang sangat sering diasosiasikan dengan produk atau jasa sebuah merk. Brand image sering dihubungkan dengan pemikiran, citra, perasaan, persepsi, keyakinan atau sikap.

Dari hal diatas, telah sangat jelas bahwasanya brand menyangkut segala hal, mulai dari hal besar sampai yang paling detail dari sebuah produk atau jasa; mulai dari karakter personal hingga bersinggungan dengan huruf dan warna logo yang digunakan kedepan, dan dari yang berbentuk fisik hingga bentuk non-fisik. Dengan kata lain, banyak para pakar branding yang menyebutkan bahwa brand merupakan payung (umbrella) dalam dunia marketing apapun itu, karena brand manaungi setiap hal detail pada strategi marketing.

Konsep adanya branding ini juga tidak terlepas dari keseluruhan aktivitas yang dijalankan untuk menciptakan agar brand dapat unggul (brand equity) disegala lini, meskipun brand dimaksud mengacu pada nilai-nilai yang didasarkan pada loyalitas, kesadaran, persepsi kualitas dan asosiasi yang pada pokoknya agar brand tertanam secara baik ke dalam benak konsumen.

Nah, terkait brand dalam panggung politik pesta demokrasi pemilihan kepala daerah di Kabupaten Taput 2018, branding sering kali hanya dimaknai sebagai sebuah “tindakan pencitraan” atau pembangunan image terhadap kandidat bupati dan atau wakil bupati Taput, yakni hanya condong pada karakter personal kandidat yang bersangkutan. Untuk memahami tentang apa itu politik pencitraan, simak penjelasan kami dalam artikel yang berjudul menggaet hari rakyat melalui politik pencitraan, silahkan dibaca.

Padahal, sebenarnya branding politik dapat  diartikan sebagai semua pengalaman, aktivitas dan unsur psikologis dalam menciptakan brand politik yang unggul, unik, menarik dan mampu memberikan pengaruh ke dalam benak masyarakat pemilih di Kabupaten Tapanuli Utara.

Pada perspektif pembangunan branding politik yang baik, sangat diperlukan banyak prasyarat teknis yang harus dipenuhi dalam konteks penyampaian pesan secara jelas dan komunikatif, mempertegas kredibilitas jati diri, dapat menghubungkan target market yang prospektif kepada brand cabup atau cawabup secara emosional, memotivasi target market, membangun loyalitas target market secara berkesinambungan.

Di samping itu, untuk meraih sukses dalam branding cabup dan cawabup Taput 2018, para kandidat mesti memahami secara utuh apa yang menjadi kebutuhan dan juga keinginan masyarakat penduduk di Kab Taput, bagaimana pula perihal prospeknya ke depan. Hal seperti inilah yang harus dilakukan dalam setiap kontak politik yang dilakukan terhadap publiknya.

Tentu saja, menciptakan sebuah brand bupati/wakil bupati Taput yang kuat dan loyal bukanlah perkara gampang. Karena sangat dibutuhkan waktu dan strategi komunikasi pemasaran sosok calon bupati/wakil bupati Taput yang tepat sasaran. Sebuah brand yang kuat, haruslah dikenal secara luas, dimengerti maknanya, disukai, selalu dipilih pada tiap kesempatan, dan juga direkomendasikan masyarakat kepada masyarakat lainnya. Tak hanya itu saja,  brand jati diri calon bupati/wakil bupati Taput yang kuat juga harus mendapatkan posisi di mana cita-cita masyarakat Taput sudah sama seperti apa yang dipikirkan masyarakat Taput lainnya di tempat lain.

Siapa yang memiliki personal branding calon bupati/wakil bupati Taput 2018 yang paling kuat, sosok yang paling disukai dan dicintai, mampu mewakili cita-cita pemilih dipastikan akan langsung berhak menuju kursi tapanuli utara 1 dan taput 2 dan ditetapkan menjadi pemenang untuk menjadi bupati/wakil bupati Taput defenitif periode Tahun 2018 s/d 2023.

Tapi satu hal yang perlu diingat, bahwa branding yang dimaksud jangan hanya monoton memaksimalkan media offline (misalnya tatap muka), tetapi juga harus memanfaatkan media online yang ada (situs berita online, media sosial facebook dan twitter, line, whatsapp, serta website/blog yang bersifat personal). Khusus untuk web yang bersifat personal, tentu saja harus telah dioptimasi seo-nya (search enginge optimization) dengan menggunakan teknik white hat seo agar aktivitas banding yang dilakukan dapat menduduki posisi di halaman satu google wilayah Indonesia.

Atau bila tidak memiliki waktu dan tidak memilik skill untuk melakukan optimasi, saat ini telah banyak para pakar optimasi dan master seo yang membuka layanan jasa review dan seo branding calon kepala daerah di pilkada 2018. Jadi silahkan di sewa pakai bila dibutuhkan kelak.

Selamat membranding, semoga sukses. Sekian dan terima kasih.

No comments:

Post a Comment

No Link Aktif, Harap Maklum BOSS.....