Saturday, 21 January 2017

Jasa Review dan Seo Branding Calon Kepala Daerah di Pilkada 2018

Sahabat blogger, kita akan bahas tentang Jasa Review dan Seo Branding Calon Kepala Daerah di Pilkada 2018, baik untuk pemilihan gubernur (pilgub), pemilihan bupati (pilbup) dan pemilihan walikota (pilwako) yang saat ini mulai hangat dibicarakan di media sosial (medsos) maupun pada kegiatan-kegiatan sosialisasi yang mulai intens dilakukan.

Jasa Pakar Seo Branding dan Review Calon Kepala Daerah di Pilkada


Wajar memang mengingat pasca dilaksanakannya pilkada tahap 2 yang akan diselenggarakan nantinya pada tanggal 15 Februari 2017, tentu para calon kepala daerah maupun wakil kepala daerah yang akan ikut serta di pelaksanaan pesta demokrasi pilkada tahap 3 tahun 2018 tentu sudah mulai mempersiapkan diri, baik yang akan menempuh jalur partai politik (parpol) maupun yang akan maju melalui jalur independen (perseorangan).

Belajar dari pelaksanaan pilkada 2017 (masih berlangsung tahapan kampanye), tentu metode atau konsepnya berbeda antara paslon yang satu dengan paslon yang lain. Nah, khusus dalam artikel ini, kami akan menyoroti dari sisi adanya proses dari geliat Jasa Review dan Seo Branding Calon Kepala Daerah di Pilkada yang sedikit banyaknya tenaga, pikiran dan keahliannya telah dipergunakan oleh para pasangan calon (paslon) kepala daerah, baik pada penerapan strategi melalui media offline maupun media online.

Khusus untuk Jasa Review dan Seo Branding Calon Kepala Daerah di Pilkada menggunakan media online berupa blogs ataupun webs, tentu saja target kerjanya adalah memaksimalkan search engine di halaman google melalui serangkaian pekerjaan optimalisasi search engine optimization (seo) agar semakin meningkatkan popularitas nama pasangan calon kepala daerah yang ikut sebagai kontestan/kandidat di pilkada.

Tidak hanya paslon kepala daerah saja yang telah memanfaatkan tenaga Jasa Review dan Seo Branding Calon Kepala Daerah di Pilkada, namun para calon legislatif (caleg) yang akan ikut nyaleg/nyalon pada pemilu legislatif 2019 yang akan datang juga mulai melakukan “waming up”, misalnya dengan cara melakukan branding personal melalui blogs atau webs pribadi, ditambah dengan adanya penyampaian pesan terselubung “akan ikutan nyaleg lagi di 2019”, ketika melakukan menampung aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (dapil) si legislatif.

Dinamika adanya review maupun seo branding personal saat ini yang kelihat sangat jelas adalah mulai melakukan “perang spanduk bakal calon” atau para pasangan calon (paslon) gubernur, bupati, walikota pada pilkada 2018 dengan menyampaikan berbagai pesan tersembunyi yang dibalut dalam khasanah pesan moral, pesan sosial, pesan mental dan juga pesan spiritual. Tapi, yang jelas inti spanduk yang dipasang tersebut secara tidak langsung ingin mengatakan, “saya calon kepala daerah di pilkada 2018 ” dan “pilihlah saya”, bla bla bla.

Adanya pemilihan strategi menggunakan spanduk sebagai medium review atau media branding personal, sangat ramai bertebaran di sepanjang jalan dan terkadang banyak dipasang pada pepohonan yang cenderung mengurangi nilai estetika suatu daerah kota.

Berhubung momentum ajang pemilukada/pilkada 2018, dimana Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan melaksanakan 9 pilkada serentak di berbagai daerah, yakni: pemilihan gubernur/wakil gubernur Sumatera Utara (pilgub sumut/pilgubsu), pemilihan bupati/wakil bupati di Kabupaten Deli Serdang, pilbup di Kab. Langkat, pilbup di Kab. Batubara, pemilihan bupati di Kab Padanglawas, pilbup Kabupaten Padanglawas Utara, pemilihan bupati/wakil bupati di Kabupaten Tapanuli Utara, pilbup di Kab Dairi dan pemilihan walikota/walikota (pilwalkot) Padangsidimpuan), pasti juga tidak terlepas dari ajang perang spanduk maupun baliho atau poster yang dipasang disepanjang jalan maupun pepohonan di ibu kota daerah atau daerah-daerah strategis yang ada di Provinsi/Kabupaten/Kota Sumut.

Tentu saja, dalam hal merintis jalan apakah untuk menjadi seorang kepala daerah di pilkada tahun 2018 yang akan datang, sudah dapat dipastikan akan membutuhkan dana atau uang yang jumlah bisa mencapai ratusan juta, bahkan disinyalir sampai miliaran rupiah yang dikeluarkan untuk membayar biaya-biaya berbagai kegiatan yang terkait dengan branding personal maupun review nama paslon kepada daerah (baik review offline maupun branding personal online melalui blog atau website) dalam rangka mencari dukungan massa dan juga untuk meningkatkan elektabilitas nama paslon yang bersangkutan, terlebih-lebih untuk membayar Jasa Review dan Seo Branding Calon Kepala Daerah di Pilkada 2018.

Kami melihat, kebanyakan dari keseluruhan dana yang dikeluarkan adalah untuk kebutuhan pembuatan spanduk, kaos, baliho, stiker, kartu nama, kalender, poster, baju, umbul-umbul maupun untuk biaya pembuatan bendera partai politik (partai politik) pengusung nama caleg ybs. Tidak hanya itu saja, sebahagian dari dana tersebut juga disiasati membuat berbagai program “kesalehan sosial dadakan”, misalnya mensantuni anak yatim piatu, memperbaiki jalan ataupun membangunkan fasilitas umum (fasos dan fasum), menggalang untuk mengumpulkan para simpatisan, dlsb. Konsep berbiaya mahal bukan? Meskipun output-nya belum tentu efektif untuk mendapatkan simpati dari masyarakat, apalagi dalam rangka mendulang suara untuk memenangkan nama si calon/kandidat kepada daerah ajang pilkada 2018.

Memang tak dapat dipungkiri, saat ini telah bermunculan daftar dan atau beberapa nama calon gubernur sumut atau nama bakal calon pilgubsu 2017, calon bupati/wakil bupati di Kabupaten Deli Serdang, nama calon di pilbup Kab. Langkat, nama calon di pilbup Kab. Batubara, nama calon di pemilihan bupati Kab Padanglawas, nama calon di pilbup Kabupaten Padanglawas Utara, nama calon di pemilihan bupati/wakil bupati Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), nama calon di pilbup Kab Dairi dan nama calon di pemilihan walikota/walikota (pilwalko) Padangsidimpuan. Meskipun sama-sama kita sadari, waktunya masih lebih dari 1 (satu) tahun lagi. Jadi sangat wajar hal ini disinyalir merupakan investasi mahal yang telah disadari oleh partai peserta pengusung pilkada dan paslon yang bersangkutan, tetapi harus tetap dilakukan agar pamor nama calon atau kandidat semakin meningkat dan dikenal masyarakat.

Pasca boomingnya penggunaan internet dan juga digitalisasi informasi melalui penggunaan blog atau website, tentu banyak pengurus dan petinggi partai maupun para pasangan calon (paslon) kepala daerah yang telah melakukan analisa secara komprehensif tentang seberapa efektif penggunaan medium internet sebagai salah sarana alternatif branding personal dan review dalam balutan “kampanye politik” (online campaign) modern.

Adanya pergeseran tren pada dunia politik yang teloah masuk pada wilayah digitalisasi, sedikit banyaknya meneruskan tren model internet marketing dan branding nama perusahaan (corporate blogging) yang telah terlebih dahulu berkecimpung memanfaatkan jalur online, seperti perusahaan yang bergerak di bidang perminyakan dan gas bumi, perusahaan perbankan, perusahaan pasar modal, perusahaan properti, serta perusahaan telekomunikasi.

Saat ini, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mendekati angka 140 juta pengguna, tentu hal ini merupakan prospek yang lebih dari cukup sebagai sarana efektif branding personal calon gubernur/bupati/walikota, dan mungkin paling efisien untuk review diri para paslon kepala daerah, dalam rangka mencari dukungan rakyat dan sekaligus mensukseskan peningkatan elektabilitas yang bersangkutan dimata masyarakat pemilih. Tentu hal ini juga berimbas akan semakin terbukanya peluang dari para pemberi Jasa Review dan Seo Branding Calon Kepala Daerah di Pilkada 2018.

Penggunaan media online untuk personal branding maupun review, sebenarnya bukan merupakan strategi baru di dunia teknologi informasi maupun internet marketing. Para penggiat dan pemerhati dunia internet marketing dan teknologi informasi sebenarnya telah melakukan kegiatan personal branding online, bahkan banyak yang mencari nafkah hidup dari hasil kegiatan itu, misalnya menyediakan biro jasa review atau membuka divisi jasa seo. Walaupun ada juga sebahagian lagi yang terkadang tidak sadar telah melakukan kegiatan personal branding online dan review online walaupun tanpa ada pemesan atau order.

Fakta menunjukkan, bahwa akhir-akhir ini banyak para programmer open source dan ahli teknologi informatika yang melakukan personal branding maupun review nama paslon gubernur/bupaati/walikota, ketika mereka mengembangkan atau memodifikasi suatu software tertentu dan mereleasenya dapat dipergunakan dengan bebas (free) ke publik. Para system administrator, system analyst dan security expert, semakin meningkat personal branding-nya, ketika mereka telah berhasil membuat beberapa tulisan menarik dan unik di blog/website mereka tentang tren terbaru di bidangnya masing-masing. Review dan personal branding semakin cepat terbentuk karena fenomena booming-nya penggunaan layanan social networking (medsos) bagi pengguna internet.

Kembali ke masalah layanan Jasa Review dan Seo Branding Calon Kepala Daerah di Pilkada 2018, bahwa langkah awal yang harus dilakukan untuk memulai membangun personal branding dan review adalah melalui berbagai penggunaan sarana online, seperti:

A. MEMAKSIMALKAN KEGIATAN BLOGGING
Implementasi adanya kegiatan blogging ini haruslah terlebih dahulu wajib memiliki situs blog/website dengan nama domain pribadi dan harus pula isi dengan berbagai tulisan-tulisan di dalamnya, misalnya tentang pandangan politik pribadi, kritik-kritik terhadap masalah sosial, termasuk apa sebenarnya yang ingin diperjuangkan sehingga memasuki jalur mengikuti pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah (pilkada). Ketika sudah ada blogs/webs ini, jangan pernah hanya menggunakan waktu luang untuk menulis dan menjadi seorang blogger, akan tetapi luangkan waktu khusus yang terjadwal dalam satu hari untuk mengisi kegiatan menulis di blog/web tersebut.

Blogging alias ngeblog atau ngeweb adalah salah satu cara efektif dalam kegiatan marketing di dunia maya. Ingat, bahwa suara individu lebih dipercaya daripada suara institusi atau perusahaan. Tentu saja kegiatan blogging melalui kepemilikan situs blog/website harus ada dukungan teknis dari tenaga ahli spesialis website, misalnya untuk menentukan penggunaan Content Managemen System (CMS) blog apakah menggunakan CMS wordpress, CMS Blogger, CMS Joomla, CMS Mywapblog, dan lain sebagainya.

Adanya pemilihan CMS yang tepat, secara langsung akan mempermudah proses kinerja Search Engine Optimization (SEO) khususnya pada penggunaan jenis seo onpage lewat berbagai penggunaan plugin-nya. Perlu dicatat bahwa jangan sekali-sekali melakukan copy paste (copas) konten artikel dari tempat lain, karena itu justru akan menghancurkan review personal anda dan juga merusak branding personal yang sedang dibangun. Namun, disamping adanya plugin seo jenis seo onpage tersebut, tentu saja harus didukung adanya penggunaan seo offpage yang akan semakin mempercepat kinerja membranding yang sedang dilakukan agar semakin mudah masuk ke halaman pertama google.

Seandainya, bila tetap tidak memiliki kemampuan di bidang seo ini, langkah bijak untuk segera mencari ahli seo/pakar seo dan atau memilih untuk menggunakan layanan jasa branding personal atau jasa review personal yang ditawarkan oleh para Jasa Review dan Seo Branding Calon Kepala Daerah di Pilkada 2018. Cari dan usahakan agar benar-benar mencari jasa branding dan jasa review yang spesialisasi di bidang jasa branding personal pilkada atau jasa review paslon pilkada sumut. Tapi hati-hati, jangan sampai menggunakan Jasa Review dan Seo Branding Calon Kepala Daerah di Pilkada 2018 yang abal-abal karena nantinya akan merugikan nama anda sendiri sebagai calon kepala daerah (gubernur/bupati/walikota).

B. MEMAKSIMALKAN KEGIATAN di SOCIAL NETWORKING
Penggunaan medium friendster dan facebook adalah “duo social networking” yang sangat besar penggunanya di seluruh dunia, dan sangat cepat pula dalam kegiatan pengumpulan massa. Indonesia tercatat sebagai salah satu negara pengguna terbesar social networking (media sosial/medsos) di dunia untuk friendster dan termasuk papan atas untuk facebook.

Memang bebeberapa tahun belakangan ini, kecenderungan para pengguna internet di Indonesia telah mulai meninggalkan “mailing list” untuk sarana ajang diskusi, menyebar undangan, sharing aktifitas dan mengumpulkan massa. Pergeseran ini terjadi dikarenakan semua hal bisa dilakukan dengan berbagai aplikasi yang ada disediakan pada layanan social networking tersebut. Perlu menjadi catatan, bahwa melakukan “hard-marketing” ataupun spamming di layanan social networking dan juga aktifitas blogging adalah berbahaya dan sangat diharamkan dalam pembentukan branding yang sedang dilakukan. Jadi, penggunaan jalur “soft-marketing” dengan aktif berdiskusi dan menulis dengan logis maupun ilmiah adalah tindakan terbaik dalam personal branding dan review paslon diajang kepemiluan Indonesia 2018 yang akan datang.

Kegiatan branding personal calon kepala daerah dan juga review personal paslon gubernur/bupati/walikota dengan menggunakan facebook bisa memanfaatkan fasilitas yang tersedia, misalnya fans pages atau groups. Namaun, ada keterbatasan dalam hal menambahkan friends (teman) yang hanya 5000 orang saja, jadi alihkan strategi add friends ke fans pages atau group yang tidak memiliki batasan jumlah penggemar. Nah, apabila masih memungkinkan gunakan juga social networking yang berbasis audio, video dan gambar seperti di YouTube dan Flicker. Penggunaan YouTube dan Flicker dalam hal membranding personal dan mereview nama seseorang sudah banyak dilakukan oleh politikus-politikus besar di dunia, misalnya Presiden AS Mr. Barrack Obama yang sukses melakukan online campaign dengan memanfaatkan YouTube. Nah, inilah tugas-tugas atau peran yang bisa dimainkan oleh para pemberi Jasa Review dan Seo Branding Calon Kepala Daerah di Pilkada 2018.

Satu hal yang harus tetap diingat dan dipahami, bahwa aktivitas branding personal dan juga review nama paslon pilkada yang dibalut dalam strategi kampanye online kepemiluan ini tidak dapat dilakukan dengan cara-cara instant (nan super cepat). Jadi, bila ada Jasa Review dan Seo Branding Calon Kepala Daerah di Pilkada 2018 yang mengemasnya dalam siar promosi yang mengatakan dapat melakukannya dalam kurun waktu cepat adalah bohong dan patut dicurigai. Mengapa? Karena semua perlu waktu dan proses, sehingga apa yang dilakukan, baik perkataan/pendapat maupun karya-karya nyata sangat butuh proses waktu agar bisa diakui dan dipercaya oleh masyarakat. Kami sendiri sebagai pengacara/lawyer medan yang juga giat menggunakan internet sebagai sarana untuk branding jasa pengacara medan, memerlukan waktu bertahun-tahun untuk membuat pengguna internet mau melirik dan atau membaca tulisan-tulisan yang kami publikasikan pada website/blog “advokat-silaen-associates.blogspot.co.id”. Kemudian, kami juga masih memerlukan waktu beberapa tahun lagi setelah itu, agar bisa membuat personal branding kepengacaraan yang kami berikan semakin terbentuk dengan baik dimata masyarakat sumatera utara. Sehingga jasa pengacara dari kantor advokat silaen & associates dapat dipercaya klien untuk menjadi kuasa hukum, penasihat hukum maupun konsultan hukum menangani berbagai kasus/perkara yang sedang dialami klien yang bersangkutan.

Demikian tulisan kami yang membahas tentang Jasa Review dan Seo Branding Calon Kepala Daerah di Pilkada 2018, semoga ada manfaatnya. Bila anda membutuhkan jasa tenaga, keahlian dan pemikiran kami sebagai ahli seo medan dan juga pakar blogger medan untuk meningkatkan branding personal anda sebagai calon kepala daerah gubernur/bupati/walikota di pilkada 2018, silahkan menghubungi dan kontak kami di nomor handphone/wa 0813.9730.3456 (pelajari porto folio tentang divisi seo yang kami berikan).

Jangan lupa untuk membaca artikel tentang jasa branding personal caleg di pemilu legislatif 2019. Atas perhatian dan kunjungannya ke blog kantor hukum advokat & pengacara medan ini, diucapkan terima kasih.

No comments:

Post a Comment

No Link Aktif, Harap Maklum BOSS.....